- 6 perbedaan utama antara komunikasi tertulis dan lisan
- 1- Penglihatan telinga
- dua-
- 3- Umpan balik - komunikasi satu arah
- 4- Spontan - terencana
- 5- Sesaat - tahan lama
- 6- Alami - buatan
- Referensi
The perbedaan antara komunikasi lisan dan tertulis dalam sifat bahasa. Mereka adalah dua sisi dari bahasa yang sama, tetapi dengan kode yang berbeda. Kode-kode ini mempengaruhi makna teks bagi penerima.
Untuk alasan ini, mendengarkan sesuatu tidak sama dengan membacanya. Komunikasi lisan adalah komunikasi yang terjadi antara dua atau lebih individu melalui ucapan. Oleh karena itu, nada suara dan gerak tubuh merupakan elemen yang mempengaruhi komunikasi lisan.

Bertatap muka jika semua individu berada di tempat yang sama pada waktu yang sama. Bisa juga dari jarak jauh berkat teknologi komunikasi.
Pada bagiannya, komunikasi tertulis adalah yang terjadi melalui kode bahasa tertulis. Karenanya, unsur-unsur seperti tanda baca dan kaligrafi mempengaruhi maknanya. Ini adalah jenis komunikasi yang umumnya digunakan dari jarak jauh.
Ada perbedaan mendasar antara jenis komunikasi ini. Tidaklah mungkin untuk menetapkan apakah ada yang lebih disukai, tetapi keadaan spesifiklah yang menentukan kegunaannya.
6 perbedaan utama antara komunikasi tertulis dan lisan
1- Penglihatan telinga
Inilah perbedaan utama yang memunculkan yang lainnya. Ucapan ditangkap oleh telinga, sedangkan komunikasi tertulis ditangkap oleh penglihatan.
Media di mana khalayak mengakses informasi juga menentukan pengaruhnya terhadap individu.

dua-
Pidato pada dasarnya bersifat informal, hasil dari kesegeraan yang digunakannya. Inilah mengapa ini adalah bentuk komunikasi yang paling umum setiap hari.
Untuk bagiannya, komunikasi tertulis membutuhkan protokol lain, yang pada gilirannya dapat memberikan formalitas pada teks. Inilah salah satu alasan mengapa bahasa tertulis digunakan untuk proses formal.
3- Umpan balik - komunikasi satu arah
Pidato menawarkan kemungkinan tanggapan langsung. Artinya, penerima mampu menanggapi apa yang dikatakan pembicara.
Ini mempengaruhi proses komunikatif karena intervensi penerima bahkan dapat mengalihkan topik yang sedang dibahas. Dengan cara ini, aspek-aspek yang mungkin diabaikan akan ditangani.
Komunikasi tertulis hanya memiliki satu cara; orang yang menulis. Tidak mungkin memberi komentar kepada penulis tentang paragraf yang baru saja dibaca.
Dengan demikian, intervensi pembaca dalam proses komunikatif ditekan, dan untuk alasan ini tidak ada umpan balik.
4- Spontan - terencana
Di sisi lain, komunikasi tertulis dirancang dan direncanakan. Artinya penulis dapat berpikir secara detail dan tenang menyusun semua kalimat yang ia tulis.
Komunikasi lisan merupakan hasil dari konteks langsung, tidak memakan waktu lama dan timbul dari keadaan individu. Tidak ada ruang untuk persiapan.
5- Sesaat - tahan lama
Meskipun komunikasi lisan tidak direkam untuk disimpan, komunikasi tertulis dirancang untuk bertahan seiring waktu.
Pidato adalah apa yang terjadi pada saat itu terjadi, jadi tidak ada bukti tentang apa yang dikatakan. Tapi tulisan membuat teks itu abadi dan memungkinkannya dipertahankan seiring waktu.

6- Alami - buatan
Pidato adalah kemampuan alami manusia. Individu belajar bahasa, tetapi tidak ada yang belajar berbicara. Dalam pengertian ini, ucapan adalah kapasitas yang melekat pada manusia.
Komunikasi tertulis adalah terjemahan grafis dari suatu bahasa. Terjemahan ini dilakukan melalui kode bahasa. Untuk menggunakan bahasa tertulis, individu harus belajar menulis. Oleh karena itu ucapan itu wajar, sedangkan komunikasi tertulis adalah buatan.
Referensi
- Pentingnya komunikasi tertulis yang efektif. (2017) bizfluent.com
- Komunikasi lisan. (2017) oxfordreference.com
- Perbedaan antara komunikasi lisan dan tertulis. (2017) fido.palermo.edu
- Perbedaan antara bahasa lisan dan tulisan. (2017) portalacademico.cch.unam.mx
- Komunikasi lisan (2009) icarito.cl
