- Resiko pribadi
- - Merokok dan kehamilan
- - Merokok dan kanker
- - Merokok dan penyakit pernafasan
- Resiko sosial
- - Angka kematian global yang tinggi
- - Mempengaruhi ekonomi keluarga
- - Kehilangan produktivitas tenaga kerja
- Referensi
The analisis risiko pribadi dan sosial dari merokok menganggap risiko sosial dan kolektif, dan memproyeksikan jumlah orang yang bisa terkena dalam jangka pendek, menengah dan jangka panjang.
Risiko pribadi dan sosial dari merokok atau mengunyah tembakau terkait dengan kanker, masalah kardiovaskular, kecacatan, hilangnya produktivitas, dan kematian.
Kecanduan ini terutama disebabkan oleh nikotin, salah satu komponen tembakau yang paling berbahaya.
Analisis risiko memungkinkan untuk menentukan pilihan yang tersedia untuk mengembangkan rencana untuk mengurangi atau menghilangkan risiko pribadi dan sosial tersebut, yang disebabkan oleh merokok atau kecanduan tembakau.
Resiko pribadi
- Merokok dan kehamilan
Penggunaan tembakau dapat membahayakan ibu dan bayi yang merokok selama masa kehamilan. Ibu mungkin menderita perdarahan vagina, kehamilan ektopik, solusio plasenta, dan takikardia.
Lama kelamaan bisa menyerang bayi karena bisa lahir dengan berat badan rendah, menderita serangan jantung atau leukemia masa kanak-kanak, bahkan bisa menderita kematian mendadak.
Penelitian telah mengungkapkan bahwa wanita yang merokok cenderung melahirkan anak dengan berat badan rendah, antara 150 dan 250 gram lebih sedikit daripada wanita yang tidak merokok.
Selain itu, karbon monoksida yang dihirup ibu saat merokok lebih mempengaruhi janin daripada ibu, karena karbon monoksida masuk langsung ke tubuh bayi melalui darah.
- Merokok dan kanker
Kecanduan tembakau sangat erat kaitannya dengan berbagai jenis kanker, yang paling umum adalah kanker paru-paru, mulut, laring dan esofagus. Ini juga terkait dengan kanker pankreas dan kandung kemih.
Di antara puluhan unsur beracun yang ada dalam rokok dan asap tembakau, terdapat beberapa zat yang sangat karsinogenik seperti benzopyrene, 2-naphthylamine, N-nitrosamines dan 4-aminobiphenyl.
Ini juga mengandung kemungkinan unsur karsinogenik lainnya seperti kadmium, nikel, benzena, formaldehida dan polonium 210.
- Merokok dan penyakit pernafasan
Risiko pribadi lain dari konsumsi tembakau adalah pengaruh saluran pernapasan pada tingkat strukturalnya (saluran udara, alveoli, dan kapiler), serta dalam mekanisme pertahanan paru-paru untuk menolak agen eksternal.
Tembakau menyebabkan sleep apnea, hipersekresi, dan infeksi seperti sinusitis, yang memengaruhi sinus.
Ini juga menyebabkan penyakit seperti bronkitis dan fibrosis paru idiopatik, selain meningkatkan tekanan darah dan detak jantung.
Resiko sosial
- Angka kematian global yang tinggi
Organisasi Kesehatan Dunia mencantumkan merokok sebagai penyebab utama kematian dini dan kecacatan di dunia.
Di Eropa saja, merokok menyebabkan 1,2 juta kematian setiap tahun, sedangkan di Amerika Latin dan Karibia sekitar 150.000. 90% kematian akibat kanker paru-paru adalah akibat merokok.
- Mempengaruhi ekonomi keluarga
Harga rokok dan tembakau bagi rata-rata perokok sangat tinggi, terlebih lagi bagi keluarga dan masyarakat ketika perokok terjangkit penyakit dan harus menjalani perawatan medis yang mahal.
- Kehilangan produktivitas tenaga kerja
Ketika seseorang harus absen dari tempat kerjanya karena sakit, hal ini menimbulkan biaya yang sangat tinggi bagi perusahaan dalam hal produktivitas.
Referensi
- Kate C. Tilleczeka, Donald W. Hineb (2006) Pengertian merokok sebagai risiko kesehatan dan sosial pada masa remaja. Departemen Sosiologi, Universitas Laurentian, Sudbury, Kanada. Dipulihkan dari katetilleczek.ca
- Pendidikan & Perilaku Kesehatan. Diperoleh 13 Oktober dari journals.sagepub.com
- Risiko pribadi dan sosial dari merokok. Dikonsultasikan dari estudioraprender.com
- Smith, George Davey (2003). "Pengaruh perokok pasif terhadap kesehatan". BMJ, London, Inggris.
- Rokok Selundupan: Analisis Asap Tembakau. Dikonsultasikan dari canada.ca
- Pengaruh Merokok pada Tubuh Manusia (PDF) cdc.gov
- Analisis Risiko Pribadi dan Sosial Merokok. Dikonsultasikan dari biologia5secundaria.wordpress.com