- 5 karakteristik utama Kekaisaran Mongol
- 1- Agama
- 2- Perdagangan
- 3- Organisasi militer
- 4- Kekerasan dan kebrutalan fisik
- 5- Divisi internal
- Referensi
Di antara karakteristik utama Kekaisaran Mongol, itu menonjol bahwa itu adalah salah satu kerajaan terbesar dalam sejarah umat manusia. Ini dimulai ketika Genghis Khan menyatukan semua suku Mongol nomaden pada 1209 M. C.
Itu terbentuk selama lebih dari satu setengah abad. Ini adalah masa hidup singkat untuk sebuah kerajaan dengan kekuatan seperti itu.
Tapi durasi ini masuk akal mengingat mereka bercirikan sejarah yang kasar dan memusingkan.
Mereka menjadi sangat kuat. Pada puncaknya, mereka memiliki dominasi atas kekuatan-kekuatan besar pada masanya, seperti Tiongkok. Tapi itu tidak pernah menjadi negara dengan fondasi yang kokoh; oleh karena itu, rawan jatuh.
Di antara ciri-ciri utama kekaisaran ini adalah legenda tentang kebrutalan ekstrim dan negara militernya.
5 karakteristik utama Kekaisaran Mongol
1- Agama
Meskipun beberapa suku telah menjadi Kristen, pada saat penyatuan Jenghis Khan kebanyakan orang Mongol mempraktikkan perdukunan. Karena alasan ini perdukunan adalah agama resmi kekaisaran pada awalnya.
Saat kerajaan ini berkembang, budaya lain dimasukkan. Pengaruh ini terasa dalam budaya Mongolia.
Kebebasan beribadah didirikan berkat obsesi Jenghis Khan pada keabadian.
Dalam pencarian ini dia mengizinkan praktik agama yang berbeda di dalam negaranya, dengan harapan seseorang akan menuntunnya ke tujuannya. Menjelang akhir kekaisaran, Buddhisme Tantra menggantikan perdukunan sebagai agama resmi.
2- Perdagangan
Jalur Sutra melintasi Kekaisaran Mongol dari bagian ke bagian. Rute perdagangan penting ini menghubungkan Timur Jauh dengan Eropa.
Kegiatan ekonomi utama bangsa Mongol adalah perdagangan. Khan membiarkan rute penting ini terbuka dan menyukai pertukaran komersial.
Dengan cara ini, Jalur Sutra juga menjadi pintu masuk kekayaan ekonomi dan budaya.
3- Organisasi militer
Sistem militer Kekaisaran Mongol adalah salah satu yang paling efisien dalam sejarah. Genghis Khan dan para jenderalnya terkenal karena kemampuan strategi militer mereka.
Strategi yang membuat kekaisaran tumbuh begitu besar dicatat karena kecerdikan mereka. Berkat kecerdikan inilah tentara Mongolia memenangkan pertempuran yang sulit dilawan.
Mereka juga menggunakan teknik pertempuran dari budaya yang berbeda, sehingga mencapai gaya mereka sendiri melalui adaptasi.
4- Kekerasan dan kebrutalan fisik
Kekerasan Kekaisaran Mongol melegenda. Mereka memiliki sedikit belas kasihan terhadap kehidupan orang-orang yang mereka anggap inferior. Tahanan perang diperlakukan dengan kejam dan dieksekusi dengan cara yang menyakitkan.
Salah satu metode eksekusi yang paling populer adalah membungkus korban dengan karpet dan membuatnya diinjak-injak oleh kuda. Perbudakan seksual juga dilakukan dengan tahanan wanita.
5- Divisi internal
Jatuhnya Kekaisaran Mongol disebabkan oleh banyak aspek, semuanya internal. Di satu sisi, setelah kematian Khan agung pertama, perpecahan muncul di dalam faksi-faksi komando. Ini berakar dari waktu ke waktu.
Perbedaan budaya antar penduduk juga menjadi aspek yang serius, karena mereka tidak akur. Ini menciptakan gesekan internal di kekaisaran.
Dan akhirnya, milisi Mongolia yang begitu efisien di awal kekaisaran menjadi usang dengan munculnya bubuk mesiu.
Memasukkan bahan peledak dalam senjata api merumuskan kembali cara berperang. Dan bangsa Mongol tidak dapat meningkatkan sebelum kejatuhan mereka.
Aspek-aspek ini memecah kekaisaran dari dalam, hingga situasinya menjadi tidak dapat dipertahankan.
Referensi
- Kekaisaran Mongol. (2007) allempires.com
- Sekilas tentang kekaisaran Mongolia. historyonthenet.com
- Kerajaan Mongol. (2015) newworldencyclopedia.org
- 7 hal brutal yang dilakukan di kerajaan Mongol yang kejam. (2017) vix.com
- Kekaisaran Mongol di Abad Pertengahan. (2014) encyclopediahistoria.com
- Pewaris Kekaisaran Mongol. (2015) apuntesdehistoria.net
- Genghis Khan. (2017) biografiasyvidas.com