- - Teorema Pythagoras
- - Luas segitiga
- - Sudut segitiga
- - Fungsi trigonometri:
- Bagaimana mencari sisi dan sudut segitiga siku-siku?
- 1- Kedua kakinya diketahui
- 2- Kaki dikenal dan luasnya
- 3- Sudut dan kaki diketahui
Ada beberapa cara untuk mencari sisi dan sudut segitiga . Ini tergantung pada jenis segitiga yang Anda kerjakan.
Pada kesempatan ini, kami akan menunjukkan cara menghitung sisi dan sudut segitiga siku-siku, dengan asumsi bahwa data segitiga tertentu diketahui.
Elemen yang akan digunakan adalah:
- Teorema Pythagoras
Diketahui segitiga siku-siku dengan kaki "a", "b" dan sisi miring "c", memang benar bahwa "c² = a² + b²".
- Luas segitiga
Rumus untuk menghitung luas segitiga adalah L = (b × t) / 2, dengan "b" adalah panjang alas dan "h" adalah panjang tingginya.
- Sudut segitiga
Jumlah dari tiga sudut interior segitiga adalah 180º.
- Fungsi trigonometri:
Pertimbangkan segitiga siku-siku. Kemudian, fungsi trigonometri sinus, kosinus dan garis singgung sudut beta (β) didefinisikan sebagai berikut:
sin (β) = CO / Hip, cos (β) = CA / Hip dan tan (β) = CO / CA.
Bagaimana mencari sisi dan sudut segitiga siku-siku?
Diberikan segitiga siku-siku ABC, situasi berikut dapat terjadi:
1- Kedua kakinya diketahui
Jika kaki "a" berukuran 3 cm dan kaki "b" berukuran 4 cm, maka digunakan teorema Pythagoras untuk menghitung nilai "c". Dengan mensubstitusi nilai "a" dan "b" kita mendapatkan bahwa c² = 25 cm², yang berarti bahwa c = 5 cm.
Nah, jika sudut β berlawanan dengan kaki «b», maka sin (β) = 4/5. Dengan menerapkan fungsi invers sinus, dalam persamaan terakhir ini diperoleh bahwa β = 53,13º. Dua sudut dalam segitiga sudah diketahui.
Misalkan θ adalah sudut yang tersisa untuk diketahui, kemudian 90º + 53,13º + θ = 180º, dari situ kita mendapatkan bahwa θ = 36,87º.
Dalam hal ini, tidak perlu bahwa sisi yang diketahui adalah dua sisi, yang penting adalah mengetahui nilai kedua sisi.
2- Kaki dikenal dan luasnya
Misalkan a = 3 cm adalah kaki yang diketahui dan L = 9 cm² luas segitiga.
Dalam segitiga siku-siku, satu kaki dapat dianggap sebagai alas dan yang lainnya sebagai tinggi (karena tegak lurus).
Misalkan "a" adalah alasnya, oleh karena itu 9 = (3 × t) / 2, dari situ kita mendapatkan bahwa kaki lainnya adalah 6 cm. Untuk menghitung hipotenusa, lanjutkan seperti pada kasus sebelumnya, dan kita mendapatkan bahwa c = √45 cm.
Sekarang, jika sudut β berlawanan dengan kaki «a», maka sin (β) = 3 / √45. Memecahkan β diperoleh nilainya adalah 26,57º. Tinggal mengetahui nilai dari sudut ketiga θ.
Dapat disimpulkan bahwa 90º + 26,57º + θ = 180º, dari mana disimpulkan bahwa θ = 63,43º.
3- Sudut dan kaki diketahui
Misalkan β = 45º menjadi sudut yang diketahui dan misalkan kaki yang diketahui = 3 cm, di mana kaki «a» adalah sudut berlawanan β. Dengan menggunakan rumus tangen diperoleh bahwa tg (45º) = 3 / CA, maka CA = 3 cm.
Dengan menggunakan teorema Pythagoras, kita mendapatkan bahwa c² = 18 cm², yaitu, c = 3√2 cm.
Diketahui bahwa sudut berukuran 90º dan β berukuran 45º, dari sini dapat disimpulkan bahwa sudut ketiga berukuran 45º.
Original text
Contribute a better translation
