- Aplikasi Ilmiah
- Penalaran hipotetis dan perkembangan psikologis
- 5 langkah penalaran hipotetis
- 1- Formulasi
- 2- Memilih skenario
- 3- Prediksi
- 4- Diuji
- 5- Memeriksa
- Referensi
The penalaran hipotetis adalah metode analisis yang umum digunakan di banyak disiplin ilmu, dan didasarkan pada pengembangan teori atau hipotesis.
Dengan tingkat kompleksitas yang berbeda, penerapan penalaran hipotetis terjadi baik dalam bidang ilmiah maupun dalam kehidupan sehari-hari dan sosial.

Penalaran hipotetis adalah salah satu dasar yang menopang kemampuan memecahkan masalah manusia.
Terlepas dari pentingnya, manusia tidak mulai mengembangkan kemampuan ini sampai masa remaja.
Aplikasi Ilmiah
Semua cabang ilmu memiliki poin yang sama. Proses penalaran, seperti hipotetis-deduktif, adalah penghubung.
Banyak topik dapat dilewatkan melalui filter penalaran hipotetis: dari pemecahan masalah matematis hingga pemrograman komputer hingga psikologi perkembangan.
Di bidang pemrograman, salah satu tantangan terbesar adalah menerapkan jenis penalaran ini dalam pengolah informasi.
Karena ini adalah studi yang memerlukan analisis kesalahan yang mungkin terjadi, batasan kegagalan sulit ditentukan melalui sistem operasi.
Penalaran hipotetis dan perkembangan psikologis
Terlepas dari kapasitas abstraksi, kemungkinan mengantisipasi hasil yang mungkin dari suatu tindakan merupakan bagian fundamental dari perkembangan kognitif manusia. Perjalanan dari masa kanak-kanak hingga remaja antara lain ditentukan oleh aspek ini.
Menganalisis berbagai kemunduran yang dapat terjadi dan menyelesaikannya secara selektif adalah bagian dari perkembangan otak spesies. Proses ini dicapai melalui penerapan penalaran hipotetis.
5 langkah penalaran hipotetis
Untuk menetapkan penalaran hipotetis, prosedur harus diikuti. Baik di laboratorium maupun dalam situasi sehari-hari, rutinitas mengikuti langkah-langkah yang sama.
1- Formulasi
Pada awalnya, diperlukan perancangan dan analisis berbagai hipotesis yang berkaitan dengan subjek yang dimaksudkan untuk menarik kesimpulan.
Pada titik ini, pikiran terbuka dan harus ditutup hingga langkah berikutnya tercapai.
2- Memilih skenario
Setelah merefleksikan pilihan yang bisa diberikan, langkah selanjutnya adalah pilihan.
Untuk menguji hipotesis, Anda harus terlebih dahulu memilih mana yang dianggap paling mungkin.
3- Prediksi
Setelah teori yang akan dikerjakan jelas, sekarang saatnya untuk menghasilkan penalaran tentang konsekuensi yang dapat terjadi.
4- Diuji
Setelah memilih hipotesis yang paling sesuai dengan situasi dan kemungkinan konsekuensinya, langkah selanjutnya adalah mengujinya.
Pada titik ini, hipotesis terkait dipraktikkan, berusaha memverifikasi apakah skenario yang diprediksi benar-benar terjadi.
5- Memeriksa
Ketika analisis hasil selesai, poin terakhir adalah memastikan apakah hipotesis itu benar atau tidak.
Jika prediksi benar, hipotesis diuji; jika tidak benar, itu didiskreditkan.
Referensi
- Angela Oswalt. Teori Perkembangan Kognitif Jean Piaget. (17 November 2010). Diperoleh dari mentalhelp.net
- Penalaran Hypothetical-Deductive. (11 April 2011). Diperoleh dari istarassessment.org
- Perbedaan individu dalam penalaran deduktif-hipotetis: Pentingnya fleksibilitas dan kemampuan kognitif. (12 September 2007). Diperoleh dari infocop.es
- Pier Luigi Ferrari. Aspek Penalaran Hipotesis Dalam Pemecahan Masalah. (sf). Diperoleh dari link.springer.com
- Katsumi Inoue. Penalaran Hipotesis dalam Program Logika. (1994) The Journal of Logic Programming, April 1994, 191-194. Dipulihkan dari sciencedirect.com
