- Lima aktivitas dan perilaku teratas yang mencemari air
- 1- Limpasan pertanian
- 2- Membuang sampah di tempat yang tidak tepat
- 3- Sampah perkotaan dan air hujan
- 4- Limbah industri
- Referensi
Manusia seringkali melakukan aktivitas dan perilaku yang menyebabkan pencemaran air . Praktik-praktik ini tidak bertanggung jawab dan anti-ekologis, serta berkontribusi pada kerusakan dan kelangkaan sumber daya alam planet ini.
Polusi air terjadi ketika sumber daya ini menjadi tidak murni dan tidak cocok untuk konsumsi manusia dan / atau hewan, dan tidak dapat digunakan untuk tujuan komersial, industri atau rekreasi.
Pencemaran badan air secara langsung mempengaruhi lingkungan, kehidupan manusia, hewan dan tumbuhan, serta proses alami tanah.
Kontaminasi ini membawa serta rusaknya rantai makanan, yang menyebabkan kematian hewan liar karena kekurangan makanan. Secara khusus, fauna laut sangat rentan dalam ekosistem yang tercemar.
Lima aktivitas dan perilaku teratas yang mencemari air
1- Limpasan pertanian
Sisa pupuk kimia, pupuk kandang, dan pestisida di lahan pertanian sering kali mengalir ke badan air terdekat.
Saat hujan turun di area ini, residu pupuk "tersapu" oleh hujan, dan mereka mengalir ke tanah, berakhir di danau, kolam atau sungai terdekat, yang mempengaruhi kemurnian air.
Demikian pula, pembuangan kotoran hewan organik yang tidak terkontrol (misalnya kotoran feses), dapat menyebabkan penumpukan nitrat dan amonia di badan air setempat.
2- Membuang sampah di tempat yang tidak tepat
Sayangnya banyak orang tidak membuang sampah rumah tangga dengan cara yang benar. Masalah ini terbukti, terutama di pusat-pusat perkotaan.
Membuang sampah tanpa pandang bulu di jalan, di area hijau, di tepi sungai atau di tepi perairan lain, secara langsung memengaruhi kontaminasi sumber daya vital ini.
Sangatlah penting untuk membuang sampah organik, produk pembersih, plastik, aluminium, karton dan elemen lainnya, melalui mekanisme yang dirancang untuk ini.
Ini akan sangat membantu mengurangi aliran air limbah, dan meminimalkan polusi air.
3- Sampah perkotaan dan air hujan
Saat hujan turun di pusat kota besar, aliran air hujan dihargai; yaitu arus air yang tidak terserap oleh tanah.
Air ini membawa semua kotoran dari jalanan, yang meliputi residu sampah, limbah, minyak, sampah organik, dan elemen pencemar lainnya.
Jika sistem drainase kota tidak berfungsi dengan baik, air hujan dapat mengalir ke badan air terdekat.
4- Limbah industri
Pabrik-pabrik besar sering menyimpan limbah kimia dari proses industri mereka dalam air hujan.
Perairan ini, pada gilirannya, membawa semua polutan di sekitar ke permukaan tanah, dan kontaminasi menyebar melalui air permukaan dan air tanah.
Polutan yang paling umum dari sumber industri adalah: belerang, petrokimia, timbal, merkuri, minyak, nitrat dan fosfat.
5- Kontaminasi oleh elemen plastik
Rendahnya budaya daur ulang plastik menyebabkan degradasi plastik menjadi salah satu polutan terkuat di air.
Bergantung pada komposisinya, barang plastik membutuhkan waktu lebih dari 400 tahun untuk terurai; Akibatnya, menjadi masalah yang sulit diberantas dan dengan efek jangka panjang.
Referensi
- 15 Cara Manusia Menyebabkan Polusi Air (2017). Diperoleh dari: All-About-Water-Filters.com
- Penyebab pencemaran air (nd). Diperoleh dari: contaminacion-agua.org
- Jamison DT, Breman JG, Measham AR, dkk., Editor (2006). DT, Prioritas Pengendalian Penyakit di Negara Berkembang. Edisi ke-2. Oxford University Press.
- Stroupe, A. (2014). Polusi: Bagaimana Perilaku Manusia Mempengaruhi Sumber Daya Alam Kita. Carolina Utara, AS. Diperoleh dari: stormwater.horrycounty.org
- Wikipedia, The Free Encyclopedia (2017). Polusi air. Diperoleh dari: es.wikipedia.org